
Temukan cerita, budaya,dan pesona alamPadukuhan Sinom.
Jelajahi Padukuhan Sinom, mulai dari cerita masyarakat, UMKM lokal, hingga pesona alam Bukit Watu Gede.
Sinom · Kedungpoh · Nglipar · Gunungkidul
Tentang Padukuhan
Mengenal Sinom, lebih dekat dengan alam dan masyarakatnya.
182,65 Ha
6 RT
Sejak 1945

Profil Wilayah
SelengkapnyaKehidupan Masyarakat
Kenali MasyarakatBudaya & Potensi Lokal
Jelajahi Potensi Sinom
Padukuhan
Mengenal lebih dekat Padukuhan Sinom.
Berdiri sebagai padukuhan sendiri sejak 1945, Sinom menempati 182,65 hektare bentang pegunungan, lembah, dan ngarai di utara Kalurahan Kedungpoh. Warganya hidup dari sawah dan tegal, lalu menyelesaikan hampir semua urusan bersama, dari membangun talud sampai menjaga ronda malam.
Sejarah Sinom
Namanya diambil dari pupus, daun muda pohon asam jawa yang dahulu memenuhi wilayah ini bersama gerumbul alang-alang. Ketika Kedungpoh menjadi kalurahan pada 1911, Sinom masih satu wilayah kebayan dengan Kedungpoh Tengah, dan baru berdiri sebagai padukuhan sendiri pada 1945 saat Lurah Padmodiwiryo membagi Kedungpoh menjadi sepuluh padukuhan.
Masyarakat
723 jiwa dalam 246 kepala keluarga yang tersebar di enam RT. Kehidupan sosialnya dibangun lewat gotong royong, pertemuan rutin, ronda, dan tradisi daur hidup yang dijalankan bersama.
Potensi Wilayah
Bentang pegunungan, lembah, dan ngarai yang menopang pertanian padi, jagung, dan palawija, berpadu dengan peternakan, kesenian rakyat, dan rintisan wisata Bukit Watu Gede.
UMKM Lokal
Dari Sinom, dibuat oleh masyarakatnya.
Wisata
Pagi terbaik dilihat dari Watu Gede.
Potensi alam Sinom berpusat di kawasan bukit bebatuan di ujung utara padukuhan, dirintis warganya sendiri, bukan investor.

01 / Wisata Alam
Bukit Watu Gede
01 / 02



