SINOM.

Adat yang menandai putaran tahun.

Adat tradisi di Sinom mengikuti dua putaran sekaligus: musim tanam sampai panen di ladang, dan daur hidup warga dari kelahiran sampai kematian.

01

Rasulan atau Bersih Kalurahan

Wujud syukur warga atas hasil pekerjaan mereka. Digelar seusai panen MH 2, mengikuti acara yang disusun panitia rasul Kalurahan Kedungpoh, dan ditutup dengan kenduri pagi serta kenduri sore.

Warga Padukuhan Sinom duduk bersama pada kenduri rasulan

02

Ruwatan dan boyongan

Ruwatan dilaksanakan warga yang ingin membuang sial karena beberapa hal yang diyakini, sedangkan boyongan adalah upacara bagi yang akan menempati rumah baru.

Warga berkumpul duduk melingkar di dalam rumah pada upacara ruwatan boyongan di Sinom

03

Suran, Muludan, Rejeban, Ruwahan, Selikuran, Riyaya, Besaran

Peringatan hari-hari bersejarah untuk kegiatan keagamaan. Muludan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan Selikuran adalah tasyakuran puasa Ramadan sekaligus peringatan turunnya Al Quran serta menyongsong datangnya Lailatul Qadar.

04

Labuh

Dilaksanakan saat petani akan memulai tanam padi, jagung, dan palawija. Ada yang menggelarnya dengan kenduri, ada pula yang membawa uborampe langsung ke lahan yang akan ditanami.

05

Metik (Sri Mulih)

Upacara petani ketika akan memulai panen padi, dengan uborampe yang dibawa ke lahan. Filosofinya memboyong Dewi Sri, yaitu padi, untuk dipanen.

06

Tingkeban

Dilaksanakan pada kehamilan pertama di usia tujuh bulan, berupa kenduri dengan tumpeng pitu dan berbagai uborampe, untuk memperingati usia kehamilan dari satu sampai sembilan bulan.

Warga duduk melingkari tumpeng dan uborampe pada kenduri tingkeban di Sinom

07

Brokohan, puputan, selapanan, kerikan

Brokohan adalah kenduri tumpeng mong-mong ketika bayi lahir. Puputan digelar setelah tali pusar bayi lepas, kira-kira umur enam hari, dengan tumpeng, bathok bolu, dan jenang abang sebagai tanda pemberian nama. Selapanan adalah kenduri saat bayi berumur tiga puluh lima hari.

08

Sunatan atau khitanan

Kenduri yang digelar ketika anak laki-laki akan dikhitan, pada usia menjelang akil balig, kira-kira dua belas tahun.

09

Perkawinan

Tradisinya berupa kenduri majmukan sebelum calon pasangan pengantin melaksanakan ijab kabul. Rangkaian acaranya bisa bervariasi menyesuaikan kondisi yang bersangkutan.

10

Selamatan orang meninggal dunia

Kenduri dan kirim doa memohon ampunan bagi yang telah meninggal. Dilaksanakan pada hari kematian (ungkur-ungkur), lalu tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, mendak pisan, mendak pindho, dan nyewu.